Devil nongol...
Tiba2 sang devil nekan tombol play diingatanku dan semua masa lalu yang memuakkan itu kembali muncul ke permukaan..
"kami sahabatan doang...gak lebih...."
Beberapa waktu setelah itu bermunculan bukti2 yang menjelaskan bahwa kata2 itu bullshit belaka. Ya... Finally, aku kecolongan.
"kalo dibilang pacaran, kami gak ada kata2 buat pacaran. Tapi kalo dibilang sahabat, kami emang udah lebih dari sekedar sahabat"
Hah. Akhirnya ngaku juga. Akupun merasa dibodohi.
"dia atau aku?"
"kenapa harus memilih? Kamu cintaku, dia sahabatku"
Semakin bullshit aja nih orang. Tadi kan sudah ngaku klo "lebih dari sekedar sahabat".
"oke...aku mundur, silahkan kalian saja yg meneruskan. Aku cukup sampai disini"
Bertahun-tahun aku mengenal kamu, berkali-kali aku ingatkan kamu, gak kehitung deh berapa kali aku memaafkan kamu atas semua permainanmu dibelakangku. Aku mencoba memahami, mengerti, tidak mengekangmu, karena aku sadar aku belum menjadi pasangan yg halal untukmu. Tetapi pengertianku ini kamu balas dengan semakin menambah luka dalam hatiku. Hancur.
Apa katamu? Hanya aku satu-satunya?
Apa katamu? Banyak cewek yang dekat denganmu dan menjalin hubungan denganmu dibelakangku tapi tetap gak ada yang bisa menggantikan posisiku dihatimu?
Hahahahha... Bercanda kamu nih. Setelah semua yang kamu lakukan, apa menurutmu aku percaya dengan kata-katamu itu? Bullshit!!!!
"maaf...aku hanya bermaksud untuk menjaga dia disini dan merubahnya biar dia gak nyakitin kamu lagi"
Hah. Apa ini yang kamu namakan bantuan?!! Masuk ikutan nimbrung diantara hubungan orang lain. Bullshit.
"sejak aku mendengar kisah kalian dari dia, aku sudah peduli sama kamu"
Apa? Peduli??? Kalo kamu bener-bener peduli, kamu gak akan terjebak dengan hubungan lebih dari sekedar sahabat dengan dia. Bullshit!
"dia gak bisa kalo gak ada kamu...dia butuh kamu....dia gak mau kehilangan kamu..."
Kalo kamu tau dia gak bisa kehilangan aku, lantas kenapa kamu hadir diantara aku dan dia?? Sadar gak sih? Kamu itu PENGGANGGU!!!
"....tapi dia juga gak mau aku pergi dari dirinya...."
Berhenti. Berhenti menunjukkan rasa bersalahmu itu. Dari awal kamu sudah menjadi pemain antagonis yang masuk dan mengganggu hubungan antara aku dan dia. Jadi kenapa kamu tidak menjadi antogonis saja sampai akhir? Kenapa harus berbalik menjadi protagonis? Atau kamu mau aku yang menjadi antagonis dicerita ini? Baik. I will do it. Capek juga kalau harus menjadi sosok yang penuh pengertian...


